Boyong Keluarga, Jokowi Dibandingkan dengan Soeharto


Boyong Keluarga, Jokowi Dibandingkan dengan Soeharto

Opini Bangsa - Wakil Ketua DPR Fadli Zon angkat bicara mengenai kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Jerman dan Turki, yang memboyong semua keluarganya mulai dari istri, anak, menanti sampai cucunya diajak ikut serta.

"Biasanya hanya istri sebagai pendamping, tapi yang sekarang ada anak ada cucu, mantu dan lain sebagainya. Saya tak tahu apa alasannya, mungkin sekalian liburan atau bagaimana, tapi tentu menimbulkan pertanyaan," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Fadli membandingkan dengan kunjungan kenegaraan yang dilakukann oleh Presiden kedua Soeharto. Seingat dia, Soeharto tak pernah mengajak keluarga sampai cucu dalam kunjungan kenegaraan.

"Setahu saya di zaman Pak Harto tidak ada sampai ke cucu, mungkin pernah kalau anak. Kalau bawa cucu setahu saya tak pernah," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini enggan mengamini apakah langkah Jokowi tersebut termasuk pelanggaran etika sebagai Kepala Negara karena mengajak lengkap anggota keluarga sampai menantu dan cucu itu. Namun, ia mengakui hal ini patut menjadi catatan.

"Enggak tahu, harus dikaji sejauh mana aturan pendampingan ke luar negeri. Ini perlu menjadi catatan, apakah bisa dilakukan karena kalau istri sebagai pendamping saya kira masih wajar. Kalau anak, cucu, sampai menantu kan bisa jadi pertanyaan juga," ucapnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki dan berangkat dari Halim Perdanakusumah pada Rabu (5/7).

Saat keberangkatan, terlihat tiga anaknya ikut masuk ke dalam pesawat, yaitu Gibran Rakabuming beserta istri dan anaknya, anak keduanya Kahiyang Ayu dan anak bungsu, Kaesang Pangarep. [opinibangsa.id / tsc]


[beritaislamterbaru.org]

“Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -‘baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali” [Imam Syafi'i]
Banner iklan disini