Habib Rizieq Serukan Revolusi Putih, Ini Maksudnya


Habib Rizieq Serukan Revolusi Putih, Ini Maksudnya

Opini Bangsa - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah lantaran tak kunjung menghentikan kasus hukum yang menjerat dirinya serta para aktivis dan ulama lainnya.

Melalui sebuah video, pimpinan FPI ini memberikan dua opsi kepada pemerintah yakni memilih melakukan rekonsiliasi atau dia akan menggulirkan revolusi.

Rizieq menamakan gerakan revolusi itu sebagai revolusi putih. Lalu, bagaimanakan langkah konkrit yang digaungkan Ketua Dewan Pembina GNPF MUI tersebut. Apakah revolusi yang dimaksud sama seperti di tahun 1998 silam?

Juru Bicara FPI Slamet Maarif menjelaskan maksud revolusi putih yang dilontarkan Rizieq. Menurutnya, revolusi putih bukanlah revolusi jalanan seperti yang ditakutkan sebagian kalangan.

“Kalau kayak begitu mah (turun ke jalan) kami sudah bisa dari dulu, kenapa musti nunggu lama sampai sekarang,” ujarnya saat dihubungi kriminalitas.com, Jumat (7/7/2017).

Slamet menjelaskan, revolusi putih dilakukan sesuai tata cara konstitusi yang berlaku di tanah air. Salah satunya, melalui lembaga legislatif.

“Revolusi maksudnya tetap mengikuti jalur konstitusional. Kan revolusi itu banyak cara yang bisa dilakukan. Pertama kan bisa melalui DPR RI lalu selanjutnya melalui MPR RI. Kan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,” kata Slamet.

Slamet menuturkan, bila hal tersebut belum juga berhasil, maka pihaknya akan bersabar menunggu sampai datangnya pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Dia mengatakan, di Pilpres 2019 pihaknya benar-benar melakukan revolusi secara konstitusional melalui hak suara yang dimilikinya sebagai warga negara. “Yang kedua ya kita memang tunggu dan akan melakukan evaluasi di Pilpres 2019,” tutupnya. [opinibangsa.id / kml]


[beritaislamterbaru.org]

“Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -‘baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali” [Imam Syafi'i]
Banner iklan disini

Resep