Istri Jokowi "Kesandung Gucci"


Istri Jokowi "Kesandung Gucci"

Opini Bangsa - "KESANDUNG GUCCI"

Mulai ditunjukkan peristiwa di alam sana nanti. Ketika mulut yang membual tentang Kesederhanaan itu 'terkunci', dan tanganlah yg berbicara soal Gucci.

⏺HOBI SEDERHANA

Ada yg masih ingatkah tulisan tentang Ibu Iriana Jokowi yang diberitakan lebih senang beli burung piaraan biasa daripada belanja TAS?

Kala itu dijejalkan CITRA bahwa calon ibu negara itu lebih senang nongkrong di pasar burung Solo, ketimbang shopping belanja tas2 mewah. Sebuah image Kesederhanaan yg sengaja dibenturkan dengan kesan Glamor ibu Ani SBY, ibu negara sebelumnya, yg terkenal berpenampilan modis dan elegant.


⏺KEGIATAN SOSIAL YANG SEDERHANA

Ingat juga kan dengan bu Iriana yang pernah kesandung Saltum? Salah kostum.

Dia waktu itu membagi2 sembako kepada warga miskin di Bogor. Dia mengulurkan sembako dalam kantong kresek senilai hanya beberapa puluh ribu rupiah kepada warga yg berdesakan mengantri di bawah teriknya matahari.

Nyonya Jokowi menemui rakyat jelata yg mewakili kelas ekonomi paling bawah itu, sambil memakai aksesori TOPI GUCCI seharga jutaan sebagai penutup kepalanya.


⏺TIKET SEDERHANA

Ingatkah, Ibu negara juga sering dipuji para pemujanya karena terbukti memilih naik pesawat kelas ekonomi? Betapa sederhananya. Karena di saat yang sama, justru banyak warga negara biasa yg memilih kelas bisnis.


Foto Nyonya Jokowi yg dicaption sebagai seorang tokoh panutan yg konsisten hidup sederhana pun, viral dimana2. Tapi citra itu hanya naik sebentar. Dalam sekejap, pencitraan memilih Kursi Kelas SEDERHANA itu ternoda. Ibu Iriana lupa, dan konsultan pencitraannya jg teledor.


Pada foto di bandara itu, Nyonya Presiden terlihat tengah menenteng TAS seharga puluhan juta ditangannya. TAS itu senilai berkali2 lipat dari harga tiket pesawat kelas ekonomi yg dipakainya.

⏺DICITRAKAN SEBAGAI IBU SEDERHANA YG APA ADANYA

Pernah juga first lady Mrs. Jokowi diberitakan berbelanja ke pasar tradisional. Berita dan fotonya dimuat oleh media2 pendukung. Lengkap dibumbui caption kalimat pujian yg bombastis.

Tapi mereka lupa, ada tas mahal yg melekat di tangan, yg ikut masuk ke pasar becek dan terpotret disitu.


⏺TAS MURAH DARI SUAMI

Pernah suatu kali pak Jokowi blusukan ke pasar tradisional di Cianjur dan membeli sebuah tas wanita yg murah.


Pak Capres yg dikonotasikan sebagai Simbol Kesederhanaan saat itu, melongok2 jualan para pedagang yg murah meriah, sesuai dengan image sederhana yg jadi andalan kampanyenya. Sang pedagang tas pun menawari buah tangan untuk oleh2 kepada istri pak Capres, sang calon ibu negara. Harga 60 ribu dari pedagang ditawar pak Capres menjadi 75 ribu. Deal! Pengawal Jokowi pun lalu memberi 100 ribu tanpa minta kembalian.

Kejadian itu ditulis oleh media2 pendukung sebagai bukti sederhananya Keluarga Jokowi. Tapi namanya juga pencitraan, tas yg terlalu Sederhana itu tidak pernah terlihat dipakai oleh sang istri. Entah siapa yg memakainya.

⏺BELI PRODUK DALAM NEGERI

Nah apalagi tentang berita yg ini.

Semua tentu ingat yg dikatakan oleh Pak Jokowi belum lama ini, Jumat 21 April '17 di perluasan sebuah pabrik:

"Saya tahu banyak orang kita ingin beli barang merek luar negeri. Kalau lihat di sini ada tulisan made in Indonesia, langsung batal beli. Senangnya barang-barang impor. Ini yang harus dihentikan! Kita harus mencintai produk-produk yang diproduksi di dalam negeri."


Yang jadi pertanyaan adalah: Bagaimana mungkin perintah pak Presiden akan ditaati oleh golongan yg bergelimang uang, jika istri dan anak2 nya sendiri saja tak mau mendengarkan. Tak bersedia melakukan.

⏺INSTRUKSI PRESIDEN KEBAL UNTUK DITERAPKAN KE KELUARGANYA SENDIRI

Setahun lalu, Presiden juga menginstruksikan kepada Kementrian, Lembaga dan BUMN, agar memakai barang2 dan jasa buatan dalam negeri, demi mendukung industri nasional. Agar perputaran uangnya membantu bergeraknya perekonomian lokal.

Rakyat jelas sangat mendukung instruksi Mr. President. Tapi sayang, keluarganya sendiri tidak.


*MELIHAT METODE PENCITRAAN JOKOWI DAN ANAK ISTRINYA YANG MENJUAL KESEDERHANAAN UNTUK MERAIH SIMPATI MASYARAKAT ITU, TAK HERAN JIKA RAKYAT MENJADI HEBOH KETIKA MELIHAT ADA GUCCI DAN CHANEL MASUK RAGUNAN. DUA TAS MEWAH ITU LANGSUNG TAMPAK TIDAK PAS DITENTENG MASUK KE 'LOKASI HIBURAN RAKYAT KECIL'.

TENTENGAN TAS SIMBOL GLAMOROUS DI TANGAN IBU PRESIDEN DAN PUTRINYA ITU, KONTRAS DENGAN TENTENGAN TAS PLASTIK KRESEK MILIK RAKYAT YANG BERISI TERMOS DAN TIKAR.

✔Sebenarnya dan sejujurnya, BUKAN tas mahal itu yg dikritisi oleh rakyat. Tapi pencitraan yg tidak konsistenlah yg dipertanyakan.

Seandainya istri Presiden saat pilpres dan dilanjutkan waktu2 sesudahnya tidak menjual kesederhanaan lewat media, sebagai bagian dr kampanye dan image mereka, tentu dia sekarang bebas memakai tas Hermes senilai milyaran sekalipun.

Saat ini, Rakyat yg oleh jokowers dikatai nyinyir itu, hanya berperan sebagai Rakyat yg menagih janjinya. Merindukan kesederhanaan yg dijualnya.

Coba sedikit kita menengok ibu Ani SBY. Dia mau punya tele kamera seharga puluhan juta tetap tak ada yg bawel membully dan menertawai. Karena wanita yg anak jendral itu sejak awal memang menjual citra penampilan yg modern dan modis. Kesukaannya kpd barang2 mahal tidak disangkal. Tidak ditutupi.

Sdh bukan rahasia, semua presiden punya banyak konsultan.

Nah konsultan image inilah yg sebaiknya dikaji lagi oleh ibu Iriana. Sebaiknya ia mengganti timnya dengan yg lebih peka. Yg paham people's psychology.

✔Apa yg dapat memuaskan Rakyat?

Apakah dulu dengan 'MEMBELI JUALAN' wajah Ganteng pak SBY, penampilan elegant ibu Ani, dan selera nginternasional menantu dan anak2 SBY, Rakyat akan kenyang?

Dan sebaliknya, apakah dengan 'MEMBELI CITRA' gaya hidup Sederhana yang ditopang wajah apa adanya pak Jokowi, mengidolakan citra ibu rumah tangga yg merakyat ala bu Iriana, dan style anak muda slengekan anak2 Jokowi, rakyat akan kenyang?

Jawaban dari kedua pertanyaan adalah: TIDAK.

Tapi setidaknya rakyat akan lega dan jauh dari nyinyir, jika tidak dibohongi.

Pak SBY yg kata bu Mega cuma bermodal muka ganteng, setidaknya sampai berakhir masa berkuasa 10 tahunnya, ia tetep ganteng. Ia tidak berubah. Tidak tiba2 menjelma jadi lelaki yg hobi pringas-pringis.

Sedangkan bungkus Sederhana keluarga Jokowi, sudah porak poranda hanya dalam masa 3 tahun berkuasa. Dari sejak hari pertama ia dilantik, orang sudah mempertanyakan soal Bajaj yg ditumpangi dan tentang Kopaja yg dinaiki. Soal sepatunya dan juga tentang harga mobil kenegaraannya.

✔SEKALI LAGI. Jualan KESEDERHANAAN Keluarga Jokowi oleh konsultan & media pendukungnya memang ruaar biasaah. Wajar jika rakyat jadi lebay meliat Gucci masuk Kebun Binatang.

Ini bukan tentang Pantas tidaknya keluarga Presiden memakai barang mahal (yg pasti dibelinya sendiri), tapi soal Pencitraan yg dikhianatinya sendiri.

Ini adalah soal Kepantasan membawa tas bermerk saat melakukan tugas negara di negeri asing, tapi betapa tidak pantasnya memamerkan barang2 bermerk itu di hadapan rakyat jelatanya sendiri.

Jika reaksi masyarakat tidak lebay seperti sekarang ini, justru perlu dipertanyakan. Karena berarti telah hilang rasa sensitivitas rakyat, yg yakin telah memilih keluarga sederhana untuk menyejahterakan mereka.

Sebuah keluarga sederhana yg memimpin negara, pasti paham tentang penderitaan rakyat saat harus membayar listrik yg melambung tinggi. Paham perut Rakyat yg butuh nasi. Mengerti kepada himpitan pajak itu dan pajak ini. Pasangan sederhana yg diyakini tidak akan mengkhianati janji2 kampanye mereka.

Sesuai tagline kampanyenya dahulu: JOKOWI ADALAH KITA.

Kita yg dimaksud tentu adalah rakyat jelata. Bukan pengembang atau para politikus kaya. Kita di dalam tagline itu adalah mereka yg matanya tidak pernah melihat langsung Tas Gucci dan Chanel. Tidak juga seumur hidupnya akan pernah memegang Gucci, apalagi memiliki.

πŸ›‡MORAL: Sesungguhnya, akting jadi Orang Kaya itu jauh lebih gampang, ketimbang pura-pura jadi Orang Sederhana.

😎😎😎

(by Agi Betha) [opinibangsa.id / pi]


[beritaislamterbaru.org]

“Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -‘baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali” [Imam Syafi'i]
Banner iklan disini

Resep