Kata Luhut Utang RI Capai Rp3.672,33 Triliun Itu Tak Masalah, Emang Masalahnya Apa?

Kata Luhut Utang RI Capai Rp3.672,33 Triliun Itu Tak Masalah, Emang Masalahnya Apa?

Beritaislamterbaru.org - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan melansir, utang pemerintah pusat hingga Mei 2017 mencapai Rp3.672,33 triliun. Utang ini terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2.943,73 triliun (80,2%) dan pinjaman sebesar Rp728,60 triliun (19,8%).

Mengenai hal ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, utang Indonesia dengan jumlah sebesar ini tak masalah selama digunakan untuk hal yang bisa memberi keuntungan kembali seperti proyek pembangunan.

"Gini yah, utang itu sepanjang tidak digunakan untuk membayar utang atau bunga utang, itu tidak apa. Kalau saya ini kan pedagang nih, kalau saya pinjam uang, uang itu jadi produktif, nah proyek itu yang bayar utang itu. Apa masalahnya?" ungkap Luhut di komplek DPR RI, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Sementara itu, dari 27% dari rasio PDB Indonesia masih utang asing, Luhut mengatakan tidak perlu khawatir atau takut karena asing investasi ke Indonesia. Ia pun mencontohkan seperti investasi China di pembangunan Smelter Morowali.

"Ya kalau dia investasi ke mari ya tidak masalah, apa masalahnya? Jadi yang ngomong itu kadang-kadang tidak mengerti. Seperti sekarang ini, China mau investasi, (menunjukkan foto) ini sudah jalan loh ya.

Bagaimana sukses story kita, saya tunjukin ke kamu, di Morowali, yang dibilang China-China itu, buktinya investasi sudah hampir USD10 miliar," jelasnya. "Investasi smelter hampir USD10 miliar tapi tidak pakai ribut-ribut langsung kita kerjakan, ada 30 ribu tenaga kerjanya nanti, asingnya mungkin nanti ada beberapa ratus, mungkin seribu orang," imbuhnya.

Menurutnya, jumlah utang sebesar Rp3.672,33 triliun tersebut tidak akan menjadi masalah selama digunakan secara produktif dan menghasilkan.

Selain itu, jumlah utang Indonesia dinilai masih kecil dibanding negara dunia lainnya. "Sepanjang utang itu produktif, ya tidak ada, utang kita masih nomor dua paling kecil dibandingkan dengan negara lain," tukasnya.
(kmj/okz)

[www.beritaislamterbaru.org]
Banner iklan disini

Resep