Katanya Lembaga Bersih, Tapi Aneh Mengapa KPK Takut Diawasi?


Katanya Lembaga Bersih, Tapi Aneh Mengapa KPK Takut Diawasi?

Opini Bangsa - Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma’mun Murod Al Barbasy mempertanyakan mengapa Lembaga anti raswah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperlihatkan kepada publik tidak mau diawasi.

“Katanya demokrasi, kok KPK gak mau diawasi. Ada apa?” tanya dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma’mun Murod Al Barbasy di akun Facebook-nya. Senada dengan Ma'mun, politisi Gerindra Fadli Zon juga menegaskan, dalam sistem demokrasi, DPR sebagai representasi rakyat, berhak mengawasi lembaga atau institusi pemerintahan, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sehingga KPK seharusnya bersikap biasa-biasa saja menghadapi Panitia Khusus Hak Angket DPR.

KPK berdiri berdasarkan UU Nomor 30/2012 tentang KPK. Undang-undang bisa dibuat dan diberlakukan pemerintah berdasarkan inisiatif DPR dan/atau pemerintah.

“Kalau DPR mengawasi lembaga atau institusi, di seluruh dunia itu hal biasa. Ini yang namanya demokrasi,” katanya, di Gedung Nusantara III, Jakarta, Selasa, seperti dilansir antaranews (13/6/2017).

Dalam sebuah jumpa pers Ketua KPK, Agus Rahardjo, minta bantuan Presiden Jokowi agar menolak hak angket KPK dan mengambil sikap dalam kisruh hak angket KPK. Hal itu, disebabkan hingga kini Jokowi selaku eksekutif, belum menyatakan sikap dan pendapat soal hak angket KPK yang bergulir di DPR. [opinibangsa.id / imi]


[beritaislamterbaru.org]

“Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -‘baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali” [Imam Syafi'i]
Banner iklan disini