Luhut : Jangan Sok Pintar Soal Utang RI


Luhut : Jangan Sok Pintar Soal Utang RI

Opini Bangsa - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan‎ tampaknya mulai panas. Pasalnnya ada yang mempermasalahkan bahwa utang pemerintah itu semakin menggunung mencapai Rp 3.600 triliun.

Dia pun membantah hal tersebut. Menurutnya, pemerintah berhutang adalah untuk kegiatan yang sifatnya produktif. ‎"Utang itu sepanjang tidak untuk membayar utang atau bunga utang, tidak apa-apa. Kalau saya ini kan pedagang, kalau saya pinjam, uang itu jadi produktif, nah proyek itu yang bayar utang itu. Apa masalahnya?," ujar Luhut di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Menurut Luhut, utang pemerintah saat ini masih nomor dua dibandingkan negara lain, terlebih utang tersebut digunakan untuk menarik investor untuk membenamkan modalnya di Tanah Air.

"‎Jadi yang ngomong itu (utang pemerintah besar) kadang-kadang tidak mengerti, suruh yang pintar mengkritik datang ke saya, suruh datang, jelasin ke saya," ujar Luhut.

‎Lebih lanjut Luhut mengatakan, tindakan pemerintah berutang untuk pembangunan infrastruktur yang mencapai 450 miliar dolar AS, dimana APBN hanya mampu menyediakan 120 miliar dolar AS. "Sisanya darimana? Itulah yang disebut foreign direct investmen (FDI)," ucapnya.

Tercatat, utang pemerintah hingga akhir Maret 2017 sebesar Rp 3.649,75 triliun, naik Rp 60,63 triliun dibanding posisi akhir Februari 2017 senilai Rp 3.589,12 triliun. [opinibangsa.id / tsc]


[beritaislamterbaru.org]

“Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -‘baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali” [Imam Syafi'i]
Banner iklan disini