Kata Kapolri Soal film "Kau Adalah Aku yang Lain": Ada Kelompok Yang Akan Merobah Indonesia Sengaja Menggoreng Untuk Sudutkan POLRI


Penjelasan Kapolri terkait film "Kau Adalah Aku yang Lain": Ada Kelompok Yang Ingin Merobah NKRI

Beritaislamterbaru.org - Film pendek berjudul "Kau Adalah Aku Yang Lain" yang terpilih sebagai juara Police Movie Festival IV 2017 menuai kritik keras Umat Islam lantaran film karya Anto Galon tersebut dinilai telah menyudutkan umat Islam.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon bahkan ikut mengomentari film berdurasi 7 menit itu. Kata Fadli, film tersebut justru memprovokasi dan mengadu domba umat beragama.

"Menurut saya film pendek 'Kau Adalah Aku Yang Lain' telah menghina umat Islam Indonesia yang dikenal toleran. Film tersebut justru memprovokasi dan adu domba," ujarnya dalam akun Twitter @fadlizon, Rabu (28/6).

Akhirnya film ini dihapus dari akun fanpage DivHumas Polri.

Lantas bagaimana penjelasan Kapolri?

Dalam tayangan TV One wawancara eksklusif Karni Ilyas dengan Pak Kapolri Tito berjudul "Blak-blakan," Kapolri Tito menjelaskan tentang film "Kau Adalah Aku Yang Lain" yang menjadi kontroversi.

Kapolri mengatakan ada dua kelompok pengkritik film tersebut.

"Pertama, yang natural, spontan. Persoalannya (pengkritik jenis pertama ini) mereka tidak melihat film itu seutuhnya, tapi yang dimuncukan di Youtube, itu hanya potongan-potongan, yang dianggap menyudutkan Umat Islam."

"Kedua, ada yang mengkritik ini buatan Polisi. Padahal bukan."

Di ujung jawabannya, Kapolri Tito menyoroti ada pihak yang menggoreng masalah ini dalam rangka memojokan Polri.

"Sengaja ingin menggoreng Polisi. Kenapa? Salah satunya ada kelompok yang merasa bahwa Polri ini salah satu penghambat bagi mereka untuk merobah NKRI," kata Kapolri Tito.

Apa hubungannya kritik film dengan menggoyang NKRI?

Berikut rekaman video cuplikan wawancara Karni Ilyas dengan Kapolri.

[video]


[opinibangsa.id / pi]


[beritaislamterbaru.org]

“Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -‘baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali” [Imam Syafi'i]
Banner iklan disini