Disarankan Jimly Agar Gabung PBB, Jubir HTI: Lebih Baik Pak Jimly Sarankan Pemerintah Untuk Batalkan Perppu Saja



Juru Bicara (Jubir) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menanggapi saran Ketua ICMI, Jimly Asshidiqie untuk bergabung dengan partainya Yusril Ihza Mahendra. Dia mengatakan, daripada menyarankan HTI gabung dengan partai, lebih baik sarankan pemerintah untuk batalkan perppu.


"Lagipula, daripada Pak Jimly berpendapat kita gabung dengan PBB, lebih baik Pak Jimly sarankan pemerintah saja untuk batalkan perppu. Saat ini, kami sedang tidak tertarik untuk masuk parpol manapun," ujar dia saat dihubungi oleh Republika.co.id, Selasa (1/8) siang.


Berbagai pihak menyarankan agar HTI gabung dengan parpol berideologi Islam, tetapi dengan tegas HTI menjawab tidak tertarik dan akan tetap pada titik fokus mereka. Mereka sedang fokus pada dua perlawanan, yakni perlawanan hukum dan perlawanan politik.


"Perlawanan hukum kami, HTI sedang mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan gugatan ke PTUN Jakarta karena status badan hukum kami yang dicabut secara tiba-tiba, tanpa ada penjelasan pada kami," jelas Ismail.


Pembubaran HTI yang didasari pada perppu secara semena-mena, menurut Ismail, adalah tidak sah. Dan seharusnya MK membatalkan perppu, juga mengembalikan status badan hukum HTI.


"Kemudian perlawanan politik kami, artinya HTI mendorong pemerintah untuk membatalkan perppu ini karena banyak masyarakat yang setuju bahwa perppu ini memiliki dampak yang berbahaya. Karena bukan hanya ormas Islam saja, ormas biasa pun bisa seenaknya dianggap melawan Pancasila lalu dibubarkan," ujar dia.


Saat ini, HTI sedang fokus pada dua perlawanan tersebut. Sehingga, tawaran atau saran dari berbagai tokoh politik maupun masyarakat, untuk HTI bergabung dengan parpol setelah bubar, dengan tegas ditolak oleh HTI.


Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) secara resmi sudah dibubarkan pemerintah. Terkait dengan itu, Ketua Umum ICMI, Jimly Asshidiqie, mengatakan sebaiknya HTI berubah menjadi ormas biasa saja. Kemudian, bisa bergabung dengan PBB bersama Yusril Ihza Mahendra.


Menurut Jimly saat ditemui Ahad (30/7), tidak hanya HTI, FPI pun harus berbenah diri. Yakni mengubah diri menjadi Front Pencinta Islam dan pembela Pancasila. Jika sayap FPI dan HTI berubah menjadi ormas dan memperkuat Partai Bulan Bintang (PBB), maka kata Jimly, warisan Masyumi jadi kuat. [rci]
Banner iklan disini