LGBT dianggap Keberagaman, Pakai Cadar Dianggap Radikal, "Itulah Manusia Sakit"



Beritaislamterbaru.org - Hinaan terhadap salah satu Dokter becadar Dokter Ferihana  oleh netizen Non Muslim  bernama Wei Young  di Kick Andy membuat kecaman keras dari umat islam dan tokoh ulama.

Mereka begitu kerasnya teriak toleransi dan keberagaman "Saya pancasila, saya Indonesia”tetapi faktanya terbalik dari apa yang mereka keriakan.

Bayangkan saja ada orang yang mencaci seseorang yang telah berbuat baik kepada semua orang. Dokter Ferihana telah banyak menolong orang tanpa memandang SARA atas pengorbanannya itu diundang di Kick Andy.

Masih saja ada orang yang menghinanya hanya gara-gara cadar.Salah satu etnis Tionghua Non Muslim Wei Young  malah menghinanya dengan menyebut Dr Ferihana munafik dan memuakkan. Namun, jawaban dr Ferihana sungguh menakjubkan.

LGBT yang jelas penyakit berbahaya dan merusak bangsa ini di sambut dengan kegembiraan.Mereka malah ngotot membela penghancur bangsa ini dengan alasan keberagaman dan toleransi.Tetapi anehnya giliran umat islam melakukan ajaran agama islam dengan memakai Cadar.Non Muslim Wei Young  stress minta ampun hingga melakukan penghinaan terhadap Dr Ferihana.

Umat islam tidak reseh terhadap mereka Non Muslim tetapi Non Muslim kenapa begitu reseh dan sewot terhadap umat islam?.

Bahkan yang sangat disayangkan adalah giliran umat islam sendiri yang mengatakan ajaran islam Radikal.Bahkan sekedar memakai cadarpun salah satu rektor di UIN ikut latah memecat dosen bercadar.

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, mengeluarkan kebijakan memecat dosen wanita bercadar setelah sebelumnya diberikan pilihan untuk melepas cadar tersebut saat memberikan materi perkuliahan.

“Pernah kami lakukan tindakan tegas kepada dosen yang memang terindikasi gerakan-gerakan radikal,” ujar Rektor niversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dede Rosyada di gedung rektorat UIN Jakarta, Ciputat, Minggu (30/7/2017).

Menurut Dede, dosen wanita itu sudah diberhentikan tahun lalu. “Yang bersangkutan pernah kami panggil dan lakukan interogasi. Kami berikan pilihan dan dia malah memilih aktif kegiatan organisasinya itu,” lanjut Dede.

Dia pun enggan merinci organisasi dan kegiatan apa, yang di luar batas kewajaran sang dosen, sehingga sanksi tegas pemberhentian dikenakan. “Saya lupa waktu itu apa, tapi memang dia akui dan dia pilih seperti itu,” ujar Dede seperti dikutip dari merdekacom

Ulama yang sekaligus Wasekjen MUI Ustad Tengku Zulkarnain menegaskan itulah mereka manusia-manusia sakit tapi terlihat seolah-olah waras.LGBT dianggap sebagai keberagaman bukan pentakit tetapi giliran wanita islam menjalankan perintah agama dengan memakai cadar di UIN disebut radikal dan bukan sebagai keberagaman.Mereka memang manusia-manusia sedang sakit tegas Ustad Tengku,mereka ini perlu kita obati agar berubah.

“LGBT Dianggap KEBERAGAMAN, Bkn PENYAKIT. Giliran Pakai Cadar di UIN Dihitung RADIKAL, Bukan KEBERAGAMAN. Memang Manusia2 Sdg SAKIT. Ubah...!” tegas Ustad Tengku melalui akun twitternya.

[NAS/www.beritaislamterbaru.org]
Banner iklan disini