Mengejutkan! Sarbini Tinggal Di Kandang Kambing, Kesejahteran Rakyat Cuma Slogan

Mengejutkan! Sarbini Tinggal Di Kandang Kambing, Kesejahteran Rakyat Cuma Slogan
Beritaislamterbaru.org - Kehidupan Sarbini bersama 13 anaknya, warga Serang, Banten yang tinggal di bekas kandang kambing selama 25 tahun bikin geram masyarakat dunia maya. Kehidupan keluarga tersebut dianggap kontras dengan kelakukan pejabatnya yang gemar koleksi barang mewah.

Duda berusia 52 tahun ini memutuskan tinggal di kandang kambing, setelah rumah­nya hancur terkena luapan sungai Ciujung pada 2012 silam. "Tadinya ini kandang kambing. Berhubung rumahnya roboh karena banjir terpaksa tinggal di sini (bekas kandang kambing)," tutur Sarbini.

Karena keterbatasan ekonomi, Sarbini tak mampu membangun kembali rumahnya. Sarbini pun memutuskan menyulap kandang kambing menjadi rumah untuk tinggal ber­sama kesepuluh anaknya.

Karena dirasa kecil, Sarbini pun kembali menyulap kandang ayam yang berada di be­lakang kandang kambing menjadi tempat tinggalnya.

"Yang di belakang bekas kandang ayam. Kalau hujan yah bocor. Nyaman enggak nyaman," kata anak kelima Sarbini, Sahril Abror (18).

Kondisi keluarganya diperparah dengan meninggalnya istri Sarbini, Tikah, akibat sakit paru-paru. Sehingga sarbini harus mengurusi ke-13 anaknya seorang diri.

"Ada 13 anak, tiga orang sudah menikah dan sudah bekerja. Kakak pertama kerja di Malaysia, di kebun kelapa sawit, yang kedua kerja di Brunai, yang ketiga dagang di Sentul," ungkap sahril.

Rumah Sarbini dikatagorikan tidak layak huni. Dinding terbuat dari potongan bambu, bekas permadani dijadikan pintu. Di samping rumah dijadikan dapur untuk memasak, berse­belahan dengan kandang ayam dan kubangan lumpur yang menimbulkan baru tak sedap.

Anak-anak Sarbini jug tidak ada yang sekolah. "Nggak ada yang sekolah. Nggak di SD mana gitu. Sekolah di sini saja, Bapak saja yang ajar, Bapak sendiri saja," kata warga Desa Dukuh, Kabupaten Serang ini.

Sontak, tweeps langsung bereaksi. Mereka minta pemerintah daerah setempat memper­hatikan nasib keluarga ini. Seperti dicuitkan akun @mayaeka.

"Bagaimana Pemda Serang Banten melihat kondisi keluarga Sarbini seperti ini, dekat ibu kota negara RI lo opo tidak greget untuk memperhatikan,semoga!"

"Pemerintah harus bertanggung jawab, mu­lai dari kepala desa, bupati, gubernur hingga presiden, semua akan diminta pertanggung­jawaban nanti," kata akun @Iqbal_BPMA.

"Tanya ketua RT, ketua RW, Lurah/ Kades/ Bupati/Wali Kota/ dan Gubernurya... ada ga di wilayahnya pejabat itu? Kalau ada masih ada yang sperti itu, mgkn mrk bobo!," tanya akun @dkarhita.

"hai engkau yg merasa para pemimpin,ingat prtnggung jwbanmu diakhirat nanti, bilamna ada rakyat mu yg merasa terzolimi, neraka akan mjdi tmptmu," cuit akun @BangOglek.

"Yang penting rakyat banten bangga, adik gubernur nya punya Lamborgini dua biji. Miris, pejabatnya koleksi mobil mewah, war­ganya tinggal di kandanh kambing..," sindir akun @alim_f.

"Mungkin ini yg dinamakan "dosa" pemer­intah soal pendidikan, belum terlambat, toh masih ada untuk kejar paket," kata akun @ arrangga_aria.

"Monggo pemprop Banten/ pemkab/ pem­kot Serang anggaran pendidikannya utk anak dr keluarga miskin...masak ga mampu," kata akun @ekosoegeng.

Sementara akun @aki_jonjon tidak mau ikut-ikutan menyentil pemerintah. Ia justru mengajak tweeps untuk ramai-ramai menge­luarkan zakat mal.

"Sarbini dengan 10 anaknya setelah lima tahun rumahnya hanyut, tinggal di ex kandang kambing ukuran 2x2m di kabupaten Serang anak-anak nya gak sekolah. Ayo siapa yang mau zakat mal!," serunya.

Sedangkan akun @benzyloaudi menyalahkan pemerintah. Dia menduga APBD yang harusnya untuk kesejahteraan rakyat, justru disalahgunakan.

"Pemerintahnya yang salah lah klau begini. APBD nya buat apa kalau ga dia korupsi. Kebangetan lah ini, budaya korupsi susah ilangnya. Kalau ga di bikin hukuman mati buat koruptor, tembak mati dan di miskinkan keluarganya. matikan karirnya..daripada ber­dampak ke rakyat. Saya yakin kalau UUD itu ada. Mana berebut jadi penjabat orang-orang," cetusnya.

"Yaa Allah, di negeri yang subur masih seperti ini. Ini akibat dari banyak nya korup­tor di negeri ini. Terutama aparatur di daerah nya," keluh @wilujengabadi.

"Hidup itu keras, yang kuat yang bertahan," tandas @navys626.

"Serang or Banten tau sendiri lah kekuasaan siapa? Duitnya banyak di korupsi," sahut akun @andralm10.

Usut punya usut, ternyata bukan Sarbini saja yang harus bertahan hidup dalam kon­disi yang memperihatinkan. Sebelumnya, ada juga berita tentang potret kehidupan keluarga miskin di wilayah Banten yang juga hidup di kandang kambing.

Satiman (41) Warga Kampung Gunung Dadap, Desa Ciakar, Kecamatan Gunung Kencana, Lebak, Banten, hanya mampu pas­rah. Tak punya dana untuk membangun rumah ia jadikan kandang kambing sebagai rumah tinggal bersama anak istrinya

Hal yang sama juga menimpa Sukri Nisem, nenek berusia 82 tahun warga Lengkong, Serpong Tangerang. Seorang diri, nenek Sukri tinggal di kandang kambing seluas 2×3 meter. [ rmol]

[www.beritaislamterbaru.org]
Banner iklan disini