Nah! Sindiran Keras, Pengamat: Kalau HTI Ingin Selamat, Ikutilah Cara HT! Menjilat Penguasa

Nah! Sindiran Keras, Penagamt: Kalau HTI Ingin Selamat, Ikutilah Cara HT! Menjilat Penguasa

Beritaislamterbaru.org -  Sindiran keras dilontarkan pengamat komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, Eddy Effendi menyikapi sikap “banting stir” Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang belakangan menyatakan mendukung pencapresan Joko Widodo di Pilpres 2019.

Wartawan senior ini menyebut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk menyoal dukungan Hary Tanoe (HT) ke Jokowi. “Kalau HTI ingin selamat, ikutilah cara HT. Menjilat penguasa,” tegas Eddy di akun Twitter @eae18.

Eddy juga berharap semua pihak untuk tidak terkejut atau heran dengan perubahan sikap politik HT. “Jangan heran terkait sikap Hary Tanoe. Di berbagai kampus (konon sarang intelektual), orang-orang yang ingin menyelamatkan demi jabatan banyak. Di kampus saja, banyak orang yang ingin menyelamatkan demi jabatan, banyak sekali yang menjilat ke atasan,” ungkap @eae18.

@eae18 juga menulis: “Hary Tanoe, pengusaha dan Ci**, terus bergenit ria jadi politikus. Habitat tipikal orang seperti HT ya, cari untung atau bakal buntung.”

Sebelumnya, artis yang juga politisi Partai Gerindra, Rachel Maryam, menilai “pilihan” Hary Tanoe mendukung Jokowi untuk “cari selamat”. “Bukan hanya HT. Banyak yang cari selamat.. you name it!” tegas Rachel di akun Twitter @cumarachel. @cumarachel meretweet tulisan bertajuk “Perindo Dukung Jokowi, Pengamat: Hary Tanoe Cari Selamat”.

Seperti dikutip tempo (03/08), pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Muhamad Yulianto, menilai sikap Perindo yang berbalik arah mendukung Pemerintahan Jokowi-Kalla adalah sebagai personal safety Ketum Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

“Meski alasan lain juga untuk membangun basis partai. Namun lebih utama persoalan keamanan pribadi atau personal safety HT,” kata Yulianto.

Menurut Yulianto, personal safety yang dimaksud adalah untuk kepentingan Hary Tanoe yang merasa dipinggirkan. “Dalam situasi seperti itu butuh pengertian dan kesepakatan dari partai dengan pemerintah,” ujar Yulianto.

Sikap politik Hary Tanoe yang sering berubah, kata Yulianto, bisa dilihat dari jejak perjalanan politiknya. CEO MNC Group itu pernah di Partai NasDem, pindah ke Partai Hanura, lalu mendirikan partai politik sendiri. Hary Tanoe diperkirakan juga akan mengubah haluan pemberitaan media-media yang dia miliki. [ito]

[www.beritaislamterbaru.org]
Banner iklan disini