Galang Dana Untuk Rohingya, Ridwan Kamil Malah Dibilang "Mabok Agama", Jangan-Jangan Yang Komen Kecebong

Galang Dana Untuk Rohingya, Ridwan Kamil Malah Dibilang "Mabok Agama"

Beritaislamterbaru.org - Bandung- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil merasa dilema dengan sikap sebagian orang yang berpikir negatif atas kepedulianya terhadap etnis Rohingnya yang terdzalmi. Hal itu ia sampaikan dalam fanspage resminya dengan menampilkan sebuah screenshoot komentar dari netizen yang menganggap bahwa Ridwan Kamil mulai “mabok agama”.

“Problem kita hari ini.Tidak membantu disebut tidak peduli. Membantu disebut pencitraan. Bantu non-muslim disebut cari puji-puji. Bantu muslim disebut mabok agama.Anda Sehat?,” tulisnya pada Kamis (09/08).

Status tersebut ternyata juga banyak menimbulkan reaksi dari para netizen. Banyak komentar positif maupun negatif. Misalnya saja, Yusuf Harpen yang meminta Kang Emil untuk mengoreksi diri sendiri.

“Silahkan ditanya ke hati nurani kang Emil sendiri, kenapa kira2 muncul banyak haters kang Emil, bahkan mungkin yg dulunya “suka” sekarang jadi “benci”. Segala sesuatu pasti ada sebab akibat,”tulisnya.

Komentar itupun ditanggapi kang Emil bahwa Politik itu Tafsir.

“Politik itu tafsir. dulu suka krn partainya cocok. skg benci krn partainya beda. diam ditafsir. gerak ditafsir. makanya, selama diyakini kita tdk melanggar etika/hukum, sy mah jalan terus,” ujarnya.

Selain itu ada yang mendoakan agar tetap istiqomah dalam kebaikan dengan niat tulus.

“Tetap istiqomah aja Pak dengan niat tulus Bapak, karena saling tolong menolong itu pada dasarnya sifat manusiawi, kalau membiarkan berarti sifatnya hewani, atau tumbuhani hehehe,”ujarnya.

Sebelumnya Ridwan Kamil juga telah mengumpulkan donasi untuk Muslim Rohingnya melalui laman Kitabisa.com sejak tanggal 4 September hingga tanggal (12/09) dengan target 1 Milyar. Namun, hingga tanggal (08/09) ini sudah melebihi dari target yang ditentukan yaitu Rp 1.926.790.137,- padahal masih tersisa 4 hari lagi.

[Kblt/www.beritaislamterbaru.org]
Banner iklan disini

Resep