Sejarawan UI: Andai Tahun 1965 PKI Menang, Kita Yang Mati, Tak Terbayang Jumlah Yang Dibunuh

Sejarawan UI: Andai Tahun 1965 PKI Menang, Kita Yang Mati, Tak Terbayang Jumlah Yang Dibunuh

Beritaislamterbaru.org - Bangsa Indonesia wajib bersyukur pengkhianatan dan kudeta PKI pada 30 September 1965 berhasil ditumpas oleh TNI bersama rakyat.

Seandainya dalam kudeta 1965 tersebut PKI berhasil menang, apa yang bakal terjadi?

Menanggapi hal itu, Sejarawan Universitas Indonesia, Anhar Gonggong, mengungkapkan semua warga Indonesia yang anti PKI akan dibunuh, jika pada G30S/PKI, DN Aidit dan kawan-kawan berhasil merebut tampuk kekuasaan.

Baca Juga: Bendung PKI Sejak Dini, Cukuplah Apa Yang Menimpa Umat Islam dan Ulama NU Terdahulu Untuk Jadikan Pelajaran

"Kalau dia (PKI) menang, kita akan mati, cuman karena dia kalah, dia yang mati," tegas Anhar kepada covesia.com melalui telepon seluler, Selasa (26/9/2017).

Anhar tidak bisa membayangkan berapa jumlah nyawa yang melayang jika saat itu PKI berhasil dalam misinya. "Sudah pasti angkanya jauh lebih besar dari Simpatisan PKI yang terbunuh, ngak terbayangkan berapa jumlah rakyat yang terbunuh," jelasnya.
Menurutnya, pembunuhan massal sudah pasti terjadi.

Baca Juga: Licik! PKI Nyamar, Undang GP Ansor Pengajian Lalu Meracunnya Dengan Makanan Yang Disediakan

"Jika kita melihat sejarah komunis di dunia, tidak ada revolusi tanpa pertumpahan darah dan pembunuhan," tegasnya.

Kebiadaban Komunisme

Dikutip dari Republika, sejarah mencatat ideologi ini melakukan pemberontakan/kudeta di 75 negara, negara bagian, pulau, dan kota sepanjang masa 69 tahun (1918-1987); berhasil 28, gagal di 47 tempat. Marxisme-Leninisme-Stalinisme-Maoisme-Hoisme-Aiditisme-PolPotisme ini mendapat kesempatan berkuasa di dunia selama 74 tahun (1917-1991) di 28 negara.

Baca Juga: Pengamat : Simpatisan PKI Bergerak, Pemutaran Film G30S/PKI Terancam Batal

Pemberontakan di 75 negara itu umumnya satu kali saja. Komunis Indonesia pegang rekor dunia: tiga kali berontak dan kudeta, 1926, 1948, dan 1965. Ketiga-tiganya gagal. Pemberontakan terpanjang berlangsung di Malaysia: 40 tahun, dan setiap tahun makan korban dari kedua pihak 200 orang.

Baca Juga: Video Ustadz Abdul Somad Bongkar Kebohongan Nusron Wahid di ILC Viral di Socmed

Selama kurun 1917-1991 itu Partai Komunis membantai 120 juta manusia di 76 negara sehingga rata-rata 4.500 orang sehari selama 74 tahun (Courtois: 2000, Chang & Halliday: 2006).

Dalil sejarah yang sangat pahit adalah di mana pun bila Partai Komunis sukses merebut kekuasaan, mereka menjagal rakyat antikomunis.

Baca Juga: Said Aqil: Pulang dari Arab Enggak Dapat Ilmu tapi Jenggot Dipanjangin, Pakai Gamis, Jidat Hitam


[www.beritaislamterbaru.org]
Banner iklan disini

Resep