Tanggapan Keras Gus Nur Untuk Yang Tuduh Isu Rohingya Digoreng Untuk Serang Pemerintah, Kalau Belum Bisa Jihad dengan Jabatanmu, Mininal Tutup Mulutmu

Tanggapan Keras Gus Nur Untuk Yang Tuduh Isu Rohingya Digoreng Untuk Serang Pemerintah, Kalau Belum Bisa Jihad dengan Jabatanmu, Mininal Tutup Mulutmu

Beritaislamterbaru.org - Penceramah kondang, Gus Nur menyampaikan kesedihannya atas penderitaan muslim Rohingya. Dan beliau lebih sedih lagi dengan pernyataan petinggi negeri ini yang nuding Aksi Bela Rohingya untuk goyang penguasa.

"Tragedi umat Islam Rohingya bikin ngempet... mau berbuat tapi tak mampu untuk menghentikan. Alhamdulillah sedikit terhibur setelah melihat Turki betul-betul membela dengan lugas tegas..."

"Nah.. tiba-tiba emosiku memuncak begitu melihat pernyataan para petinggi-petinggi negara ini... Ya Allah, ratusan umat muslim Rohingya dibantai seperti binatang, sudah selesai peradaban manusia di sana.. tapi lihat pernyataan petinggi-petinggi... Menteri Agamanya bingung bicara soal kemanusiaan... Tito Karnavian Pak Kapolrinya sibuk bahas politik.. Kalau ngomong konflik Rohingya dikira kita goyang presiden.. goyang pemerintah..." dikutip dari portal-islam.id.

"Badoken wis kekuasaan itu.. telan semua tuh kekuasaan.. entek no.. habiskan... aku gak urus.."

"Kalau belum bisa jihad dengan uang, kalau belum bisa jihad dengan tenaga, kalau belum bisa jihad dengan jabatan, kalau belum bisa jihad dengan kekuasaan, bahkan kalau belum bisa jihad dengan doa... minimal meneng cangkeme.. tutup mulutnya.. itu minimal.. apalagi kalau agamamu Islam..."

Selengkapnya simak video Gus Nur berikut:


Seberti diberitakan sebelumnya dikutip dari kompas.com Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian menganggap, isu konflik Rohingya di Myanmar ramai di Indonesia bukan lagi karena mengangkat sisi kemanusiaan.

Ia menilai, isu tersebut diolah sedemikian rupa oleh kelompok tertentu sehingga berbelok menyerang pemerintahan Joko Widodo.

"Dari hasil penelitian itu bahwa isu ini lebih banyak dikemas untuk digoreng untuk menyerang pemerintah. Dianggap lemah," ujar Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

[www.beritaislamterbaru.org]
Banner iklan disini

Resep